{"id":1688,"date":"2023-05-02T02:42:25","date_gmt":"2023-05-02T02:42:25","guid":{"rendered":"https:\/\/achmaduntung.id\/?p=1688"},"modified":"2023-05-02T03:11:48","modified_gmt":"2023-05-02T03:11:48","slug":"mengubah-shgb-menjadi-shm","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/mengubah-shgb-menjadi-shm\/","title":{"rendered":"Prosedur Mengubah SHGB Menjadi SHM"},"content":{"rendered":"<p>Menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan salah satu bentuk hak atas tanah yang ada di Indonesia selain Sertipikat Hak Milik (SHM). Keduanya memiliki kekuatan yang sama di hadapan hukum sebagai alat bukti kepemilikan hak atas tanah. Namun demikian SHM lebih diminati oleh masyarakat mengingat sertipikat tersebut berlaku tanpa jangka waktu, tidak seperti HGB yang memiliki jangka waktu 20-30 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan hal tersebut di atas, banyak masyarakat yang mempunyai sertipikat dalam bentuk SHGB berusaha untuk mengubah status sertipikatnya menjadi SHM. Dalam peraktek proses tersebut biasa disebut \u201cpeningkatan hak\u201d, sementara apabila prosesnya dilakukan sebaliknya dari SHM menjadi SHGB disebut \u201cpenurunan hak\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut kami sampaikan persyaratan dan prosedur perubahan sertipikat dari SHGB menjadi SHM.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Dokumen Persyaratan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li>Formulir permohonan yang sudah dilengkapi dan ditandatangani;<\/li>\n\n\n\n<li>Surat kuasa apabila dikuasakan;<\/li>\n\n\n\n<li>Surat persetujuan dari kreditor (jika di bebani hak tanggungan);<\/li>\n\n\n\n<li>Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (\u201cSPPT PBB\u201d) tahun Terakhir;<\/li>\n\n\n\n<li>Asli SHGB;<\/li>\n\n\n\n<li>Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan peruntukan rumah tinggal atau rumah toko;<\/li>\n\n\n\n<li>Asli surat keterangan dari Kelurahan (Untuk Kota\/Kota Administrasi) atau Kepala Desa (untuk Kabupaten) untuk perubahan hak dari SHGB ke SHM bagi rumah tinggal atau rumah toko dengan luas sampai dengan 600 m2;<\/li>\n\n\n\n<li>Asli Surat keterangan Luas, Letak Tanah, dan Penggunaan Tanah Secara Fisik atas tanah yang dimohon;<\/li>\n\n\n\n<li>Asli Surat Pernyataan Tidak Sengketa atas tanah yang dimohon.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong><em>Prosedur Mengubah HGB Menjadi SHM<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li>Pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke Badan Pertanahan Nasional di Daerah terkait (Kantor Pertanahan\/ \u201cKantah\u201d);<\/li>\n\n\n\n<li>Kantah menerbitkan BPHTB untuk pendaftran, pengukuran, dan pemeriksaan tanah;<\/li>\n\n\n\n<li>Pemohon membayar biaya pendaftran, pengukuran, dan pemeriksaan tanah;<\/li>\n\n\n\n<li>Kantah melakukan pengukuran dan pemeriksaan bidang tanah ke lapangan;<\/li>\n\n\n\n<li>Kantah menindaklanjuti permohonan perubahan HGB menjadi SHM;<\/li>\n\n\n\n<li>Kantah menerbitkan BPHTB untuk peningkatan hak;<\/li>\n\n\n\n<li>Kantah melakukan pembukuan hak dan penerbitan sertipikat tanah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Catatan:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\">\n<li>Perubahan SHGB menjadi SHM hanya dapat diajukan oleh orang pribadi, sementara badan hukum yang tidak capak untuk memiliki SHM tidak dapat mengajukan perubahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila SHGB terkait sudah habis masa berlakunya maka SHGB tersebut harus diajukan perpanjangan\/pembaharuannya terlebih dahulu. Baca <a href=\"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/perpanjangan-masa-berlaku-sertipikat-hak-guna-bangunan-shgb\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/achmaduntung.id\/perpanjangan-masa-berlaku-sertipikat-hak-guna-bangunan-shgb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perpanjangan Masa Berlaku Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB)<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li>Secara teknis, pejabat terkait pada Kantah akan melakukan perubahan dengan mencoret langsung tulisan \u201cHGB\u201d dan \u201cNomor HGB\u201d pada sertipikat dan kemudian menulis \u201cSHM\u201d dan memberikan \u201cNomor SHM\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan kami tentang <strong>Prosedur Mengubah HGB Menjadi SHM<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Harap diperhatikan bahwa penjelasan kami tersebut di atas adalah edukasi hukum bersifat umum dan bukan konsultasi hukum yang bersifat spesifik. Apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi kami atau sampaikan langsung di kolom komentar di bawah.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-b7faace9 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-8cf370e7 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-group is-vertical is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-947ac36b wp-block-group-is-layout-flex\">\n<p>Salam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kontributor: Indah Puspita<\/p>\n\n\n\n<p>Email: team@achmaduntung.id<\/p>\n\n\n\n<p>Telp\/WA: 021-85511993\/ 08111095665<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan salah satu bentuk hak atas tanah yang ada di Indonesia selain Sertipikat Hak Milik (SHM). Keduanya memiliki kekuatan yang sama di hadapan hukum sebagai alat bukti kepemilikan hak atas tanah. Namun demikian SHM lebih diminati oleh masyarakat mengingat sertipikat tersebut berlaku tanpa jangka waktu,&#8230;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-1688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-real-estate-law"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1688"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1697,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1688\/revisions\/1697"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/achmaduntung.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}